Senin, 01 Maret 2010

Kenapa Saya Bencilele??

Saya memang sangat tidak suka dan hampir membenci lele. Bahkan untuk account facebook, saya menggunakan nama Erni BenciLele.Saya juga mengganti accout twitter saya dengan nama Erni Antilele, tapi dengan pertimbangan tertentu akhirnya saya kembalikan lagi ke nama awal, Ernilove. Biar lebih ramah...
Berbicara ketidaksukaan saya kepada lele, saya sulit untuk menjelaslan penyebabnya. Mungkin, dulu karena saya melihat betapa joroknya habibat si lele ini. Waktu saya masih kecil, Ayah membuat kolam berukuran cukup besar di kebun belakang rumah. Kolam itu diisi dengan ribuan ikan, yang bentuknya sangat aneh dan sangat licin, dan kemudian saya tahu kalau ikan itu bernama lele. Waktu itu Ayah saya membiakkan jenis lele dumbo.
Pada awalnya saya tidak bermasalah dengan kolam lele dumbo itu.Tapi kemudian saya mulai melihat betapa joroknya lele-lele itu. Mereka lebih menyukai kolam berlumpur dan bau daripada kolam yang bersih . Untuk makanan, mereka juga lebih menyukai bangkai ayam yang dibakar dan dilemparkan ke kolam daripada pelet Lama-lama bau kolamnya pun membuat perut saya mual dan ingin muntah.
Sampai pada akhirnya saat panen perdana, ukuran lele itu menjadi besar-besar dan kulitnya hitam mengkilat. Ibu saya pun menyisihkan sebagian untuk dimasak. Tapi apa yang terjadi, ketika saya  mencicipi sedikit daging lele yang sudah digoreng, tiba-tiba saya merasakan mual yang hebat.Sejak saat itu saya tidak pernah lagi berani menyentuh daging lele, karena begitu melihat wujudnya saja., saya sudah ingin muntah.
Baru beberapa tahun ini saya bisa bertoleransi kepada pemakan lele. Sebelumnya, saya tidak pernah mau berdekatan dengan orang-orang yang sedang memakan lele, karena saya akan langsung muntah.
Begitulah kira-kira kenapa saya membenci lele. Jadi jangan coba-coba hidangkan lele untuk saya..atau saya akan muntah di meja makan Anda.

Tentang Lele

Lihat binatang itu.. begitu menjijikkan!! Ok , sebelum saya mencurahkan ketidaksukaan saya kepada si Lele, saya ingin sedikit mengulas tentang binatang yang diklaim mirip pelawak Tukul ini. Menurut  Wikipedia,  Lele atau ikan keli, adalah sejenis ikan yang hidup di air tawar. Lele mudah dikenali karena tubuhnya yang licin, agak pipih memanjang, serta memiliki "kumis" yang panjang, yang mencuat dari sekitar bagian mulutnya.

Lele, secara ilmiah, terdiri dari banyak spesies. Tidak mengherankan pula apabila lele di Nusantara mempunyai banyak nama daerah. Antara lain: ikan kalang (Sumatra Barat), ikan maut (Gayo dan Aceh), ikan sibakut (Karo), ikan pintet (Kalimantan Selatan), ikan keling (Makassar), ikan cepi (Sulawesi Selatan), ikan lele atau lindi (Jawa Tengah) atau ikan keli (Malaysia).

Lele tidak pernah ditemukan di air payau atau air asin, kecuali lele laut yang tergolong ke dalam marga dan suku yang berbeda (Ariidae). Habitatnya di sungai dengan arus air yang perlahan, rawa, telaga, waduk, sawah yang tergenang air. Bahkan ikan lele bisa hidup pada air yang tercemar, misalkan di got-got dan selokan pembuangan.
Ikan lele bersifat nokturnal, yaitu aktif bergerak mencari makanan pada malam hari. Pada siang hari, ikan lele berdiam diri dan berlindung di tempat-tempat gelap. Di alam, ikan lele memijah pada musim penghujan.
Banyak jenis lele yang merupakan ikan konsumsi yang disukai orang. Sebagian jenis lele telah dibiakkan orang, namun kebanyakan spesiesnya ditangkap dari populasi liar di alam. Lele dumbo yang populer sebagai ikan ternak, sebetulnya adalah jenis asing yang didatangkan (diintroduksi) dari Afrika.

Lele dikembangbiakkan di Indonesia untuk konsumsi dan juga untuk menjaga kualitas air yang tercemar. Seringkali lele ditaruh di tempat-tempat yang tercemar karena bisa menghilangkan kotoran-kotoran. Lele yang ditaruh di tempat-tempat yang kotor harus diberok terlebih dahulu sebelum siap untuk dikonsumsi. Diberok itu ialah maksudnya dipelihara pada air yang mengalir selama beberapa hari dengan maksud untuk membersihkannya.
Kadangkala lele juga ditaruh di sawah karena memakan hama-hama yang berada di sawah. Lele sering pula ditaruh di kolam-kolam atau tempat-tempat air tergenang lainnya untuk menanggulangi tumbuhnya jentik-jentik nyamuk.

Lele adalah ikan budidaya air tawar yang sangat populer. Produksi budidaya meningkat tajam tiap tahun, selama lima tahun terakhir, antara lain karena luasnya pasar bagi lele. Lele disukai konsumen karena berdaging lunak, sedikit tulang, tidak berduri, dan murah. Dari sisi budidaya, lele relatif tidak memerlukan banyak perawatan dan memiliki masa tunggu panen yang singkat.
Pengolahan yang paling populer adalah dengan digoreng, dan disajikan sebagai pecel lele. Bentuk pengolahan lain adalah dengan diberi bumbu mangut (mangut lele).